Yang Sudah Selesai, Ya Sudah Selesai
Beberapa tahun yang lalu di Thailand selatan, seorang kepala wihara terkenal membangun sebuah aula baru di wihara hutannya. Saat wassa tiba, dia menghetikan seluruh pekerjaan proyek dan memulangkan tukang-tukagnya. Ini adalah saat untuk hening di wiharanya.
Beberapa hari berikutnya seorang pengunjung datang. menyaksikan bangunan setengah jadi, dia bertanya kepada kelapa wihara, kapan aulanya aklan selesai. Tanpa ragu-ragu, sang biksu berkata, “Aulanya sudah jadi.”
“Apa maksud Anda dengan ‘aulanya sudah jadi’?” tanya balik si pengunjung. “itu belum ada atapnya, tak ada pintu atau jendela, banyak potongan kayu dan kantong semen berserakan. Apakah Anda akan membiarkannya begitu saja? Apa yang Anda maksud ‘aulanya sudah jadi’?”
Kepala wihara tersenyum dan menjawab lirih, “yang sudah selesai ya sudah selesai,” dan diapun beranjak pergi untuk bereditasi.
Itulah satu-satunya cara untuk melaksanakan penyunyian atau rehat. Jika tidak demikian, pekerjaan kita tak akan pernah selesai.

0 komentar:
Posting Komentar