Macam-macam Dana dan Manfaat (hasil) dari Berdana

Pemberian (dana) secara Pribadi
Buddha menjelaskan empat belas jenis pemberiaan (dana) secara pribadi :
Ananda, ada empat belas jenis pemberian (dana) secara pribadi:
- Seseorang memberikan dana kepada seorang SammaSamBuddha.
- Seseorang memberikan dana kepada seorangPaccekabuddha.
- Seseorang memberikan dana kepada seorang Arahat.
- Seseorang memberikan dana kepada seorang yang sedang berusaha menjadi Arahat.
- Seseorang memberikan dana kepada seorang Anagami.
- Seseorang memberikan dana kepada seorang yang sedang berusaha menjadi Anagami.
- Seseorang memberikan dana kepada seorang Sakadagami.
- Seseorang memberikan dana kepada seorang yang sedang berusaha menjadi Sakadagami.
- Seseorang memberikan dana kepada seorang enterer-stream (Sotapanna).
- Seseorang memberikan dana kepada seorang yang sedang berusaha menjadi Sotapanna.
- Seseorang memberikan dana kepada salah seorang yang di luar jaman pembabaran Buddha Dhamma yang bebas dari nafsu kesenangan sensual karena pencapaian Jhana.
- Seseorang memberikan dana kepada seorang biasa yang bermoral.
- Seseorang memberikan dana kepada seorang biasa yang tidak bermoral.
- Seseorang memberikan dana kepada hewan.
Buddha kemudian menjelaskan manfaat dari empat belas jenis pemberian ini:
- Dengan memberikan dana kepada binatang, dengan pikiran murni, pemberian diharapkan dapat kembali sebanyak seratus kali lipat. Ini berarti diharapkan dapat berbuah dalam seratus kehidupan. Pemberian dengan pikiran murni berarti pemberian tanpa mengharapkan imbalan apa pun, seperti bantuan dari penerima.
Seseorang melakukan berdana hanya untuk mengumpulkan kamma baik, dengan keyakinan yang cukup kuat terhadap Hukum kamma. Misalkan seseorang memberi makan anjing dengan pikiran: "Ini adalah anjing saya. Pikiran seperti ini bukanlah dalam keadaan pikiran murni.
Tapi jika seseorang memberi makanan ke burung, seperti burung merpati, maka pemberiannya adalah murni, karena ia tidak mengharapkan apapun dari burung tersebut.
Ini berlaku juga untuk instansi yang disebutkan kemudian. Sebagai contoh, jika seseorang berdana kepada Bikkhu, dengan berpikir bahwa ini akan membawa kesuksesan dalam bisnis saya, ini bukanlah pemberian dengan pikiran murni. Pemberian semacam ini tidak memberikan manfaat yang superior
- Dengan membuat persembahan dengan pikiran murni untuk orang biasa tidak bermoral, pemberian di harapkan dapat kembali sebanyak seribu kali lipat.
- Dengan membuat persembahan dengan pikiran murni untuk orang biasa bermoral, pemberian di harapkan dapat kembali sebanyak seratus ribu kali lipat.
- Dengan membuat persembahan dengan pikiran murni untuk seseorang di luar pembabaran Buddha Dhammam, seseorang tersebut yang bebas dari nafsu terhadap kesenangan sensual, karena pencapaian Jhana, pemberian di harapkan dapat kembali sebanyak seratus - ribu kali ratusan ribu kali lipat.
- Dengan membuat persembahan dengan pikiran murni untuk orang yang sedang memasuki jalan pencapaian Sotapanna (berusaha mencapai Sotapanna), di harapkan dapat kembali sebanyak tidak terhitung banyaknya.
- Bagaimana cara mengatakannya apa bila seseorang memberikan pemberian kepada seseorang yang telah menjadi Sotapanna, atau kepada seseorang yang sedang memasuki jalan pencapaian Sakadagami, atau kepada seorang Sakadagami, atau kepada seseorang yang sedang memasuki jalan pencapaian Anagami, atau kepada Anagami, atau kepada kepada seseorang yang sedang memasuki jalan pencapaian Arahat, atau seorang Arahat atau kepada seorang Pacceka buddha, atau seorang Buddha, Yang tercerahkan Sepenuhnya? Di sini, berarti seseorang memberikan dana makanan yang cukup untuk sekali makan saja. Jika pemberi menawarkan berkali-kali, seperti, selama berhari-hari atau berbulan-bulan, tidak ada kata-kata untuk menjelaskan manfaat dari pemberian. Ini adalah berbagai jenis pemberian pribadi.
Tujuh Jenis Pemberian (dana) untuk Sangha
Buddha kemudian menjelaskan kepada Ananda:
Ananda, ada tujuh jenis pemberian kepada Sangha (SanghikaDāna).
- Seseorang memberikan dana kepada Sangha Bhikkhu dan Bhikkhunis dipimpin oleh Buddha, ini adalah jenis pertama dari pemberian kepada Sangha.
- Seseorang memberikan dana kepada Sangha Bhikkhu dan Bhikkhunis setelah Buddha mencapai Parinibnibbāna, ini adalah jenis kedua pemberian kepada Sangha.
- Seseorang memberikan dana kepada Sangha bhikkhu, ini adalah jenis ketiga pemberian kepada Sangha.
- Seseorang memberikan dana kepada Sangha dari bhikkhunis: ini adalah jenis keempat pemberian kepada Sangha.
- Seseorang memberikan dana. mengatakan: "Mengundang begitu banyak bhikkhu dan bhikkhunis dari Sangha”, ini adalah jenis kelima pemberian kepada Sangha.
- Seseorang memberikan dana. mengatakan: "Mengundang begitu banyak bhikkhu dari Sangha” , ini adalah jenis keenam pemberian kepada Sangha.
akan ada para Bikkhu yang hanya melilitkan jubah warna kuning nya di leher, tidak bermoral,ber karakter jahat. Orang-orang akan memberikan persembahan kepada orang-orang yang tidak bermoral atas nama Sangha.bahkan jika memang begitu, Saya katakan, pemberian kepada Sangha adalah tak terhitung. Dan Saya katakan tidak ada sebuah persembahan kepada seseorang secara individual, yang memiliki buah lebih besar dari pada pemberian kepada Sangha.
Ini berarti bahwa persembahan kepada Sangha (sanghika Dana) lebih menguntungkan daripada persembahan pribadi. Mahapajapati Gotami menawarkan jubah kepada Sangha dipimpin oleh Buddha akan jauh lebih bermanfaat. Hasilnya akan tak terhitung dan beragam. Jadi Buddha mendorongnya untuk memberikannya kepada Sangha juga.
Enam Kualitas pemberian yang tak terhitung:
Suatu ketika Buddha tinggal di dekat Savatthi, di Jetavana dalam vihara Anathapindika. Kemudian ibu Nanda, seorang awam murid Buddha, yang tinggal di Velukandaka, memberikan dana makanan.
Pemberian wanita itu diberkahi dengan enam kualitas, dan penerimanya adalah Sangha Bhikkhu, dipimpin oleh Bikkhu YM. Sariputta dan YM.Mahāmoggallāna. Buddha melihat dengan mata bathinNya, dan ditujukan bagi para Bikkhu.
Bhikkhu, murid awam Velukandaka telah menyiapkan pemberian yang dikaruniai enam kualitas kepada Sangha, yang dipimpin oleh YM. Sariputta dan YM. Mahāmoggallāna.
Bagaimana, Bhikkhu, suatu pemberian dikaruniai dengan enam kualitas?
Bhikkhu, pemberi harus dianugerahi dengan tiga kualitas, dan penerima juga harus kaya dengan tiga kualitas. Apa tiga kualitas pemberi itu? Bhikkhu,
- Sebelum memberikan pemberi adalah ber gembira dalam hatinya,
- Sambil memberikan hati pemberi merasa puas,
- Setelah memberikannya pemberi merasa bahagia.
Apakah tiga kualitas penerima? Bhikkhu,
- Penerima ini telah terbebas dari keserakahan, atau sedang mencoba menghancurkan kesarakahan,
- Penerima ini telah terbebas dari kemarahan, atau sedang mencoba menghancurkan kemarahan,
- Penerima ini telah terbebas dari kebodohan / delusi, atau sedang mencoba untuk menghancurkan delusi.
Ini adalah tiga kualitas penerima.
Secara keseluruhan ada enam kualitas. Jika pemberian ini dikaruniai dengan enam kualitas, menghasilkan hasil yang beragam dan mulia.
Buddha menjelaskan lebih lanjut : Bikkhu, tidak mudah untuk menghitung besarnya kebaikan tersebut dengan mengatakan “ ini akan menghasilkan jasa yang besar, bagus, ber akumulasi untuk kamma baik selanjutnya, mematangkan kebahagiaan, menuntun ke surga, menyebabkan kebahagiaan, di dambakan, dan dicintai.” Sesungguhnya kumpulan jasa kebajikan dan kamma baik ini adalah tidak dapat dihitung dan tak terbatas.
Bikkhu seperti tidak mudah untuk mengukur air di laut yang besar dan berkata ada seember penuh, ada seratus ember penuh, ada ribuan, ratusan ribu ember penuh. Karena jumlah air yang tidak dapat dihitung dan tak terbatas itu.
Bahkan Bikkhu, tidak mudah untuk mengukur manfaat dari pemberian yang di karuniai oleh enam kualitas ini. sesungguhnya manfaat jasa tersebut adalah tidak dapat dihitung dan tak terbatas
Semoga jasa-jasa kebajikan yang kita timbun membimbing kita ke pencapaian Nibbana
Semoga jasa-jasa kebajikan yang kita timbun membimbing kita ke penghancuran nafsu keinginan yang merupakan sumber penderitaan
Semoga semua berbahagia dan sehat selalu
0 komentar:
Posting Komentar